Kamis, 17 November 2016

SLOWAKIA

MOSAIK LUWAK DI MUSEUM KOPI SLOWAKIA
     Zeynita Gibbons

       London, 15/11 (Antara) - Museum Kopi Oravakafe di Slowakia mengabadikan hewan Luwak Indonesia dalam bentuk mosaik yang disusun dari ratusan ribu biji kopi yang pengerjaannya membutuhkan waktu selama dua tahun dan dikerjakan secara sukarela.
            Hal itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan komunitas kopi Slowakia kepada kopi Indonesia, yang disebutkan bahwa Kopi Luwak identik sebagai kopi asal Indonesia, demikian Sekretaris Dua Pensosbud KBRI Slowakia, Dhanny Perkasa kepada Antara London, Selasa.
          Museum Oravakafe menjadikan sekitar 4,5 juta biji kopi sebagai mosaik untuk menghiasi interior salah satu sisi dinding museum.
          Pemilik museum, Roman Florek mengatakan Kopi Luwak identik sebagai kopi asal Indonesia.
       "Sebagai bentuk kecintaan komunitas kopi Slowakia kepada kopi Indonesia, kami mendedikasikan Mosaik Luwak untuk menghiasi salah satu sisi dinding museum Oravakafe," ujar Roman Florek sang pemilik museum.
           Dikatakannya seluruh pengerjaan mosaik membutuhkan waktu selama dua tahun, dikerjakan secara sukarela, melibatkan keluarga dan teman-teman yang bertekad untuk penyelesaian proyek ini.
          Museum Oravakafe, merupakan museum kopi pertama di Slowakia yang berlokasi di kota Kru'etnica sekitar 300 km Timur Laut Bratislava, dekat perbatasan Polandia menampilkan 537 hasil produksi dari seluruh dunia dan juga memamerkan peralatan pengolahan kopi yang dinilai antik.
           Pada acara pembukaan, Museum Oravakafe mendaulat Dubes RI untuk Republik Slowakia, Djumantoro Purbo menjadi pelindung atau disebutnya sebagai "Godfather of Coffee Museum," merupakan bentuk penghormatan kepada Dubes Djumantoro atas upayanya memajukan kopi Indonesia di Slowakia.
      "Hari ini merupakan kehormatan bagi kami karena Dubes Djumantoro dapat hadir dan turut membuka Museum Oravakafe secara resmi," ujar Roman.
           Dubes Djumantoro Purbo mengatakan kehadirannya pada acara pembukaan museum selain merupakan bentuk penghormatan kepada Museum Oravakafe, juga wujud dari persahabatan komunitas kopi Slowakia dan komunitas kopi Indonesia, yang  memuji dan menempatkan tinggi eksistensi kopi Indonesia di Slowakia.
           "Kita juga berbangga mendapati betapa besarnya cinta komunitas kopi Slowakia kepada kopi Indonesia, khususnya kopi Luwak," ujar Dubes Djumantoro.
           Karena keunikannya, Museum Oravakafe memperoleh penghargaan Museum Rekor Slowakia, yaitu sebagai karya mosaik terbesar (rekor sebelumnya 30 meter persegi) dan museum pertama memamerkan 537 jenis produk dan peralatan antik terkait kopi.
           Museum Oravakafe juga meluncurkan buku Pri káve o káve a kávovinách (with coffee, about coffee and caffeic) oleh seorang ahli kopi asal Slowakia, Jozef Augustin secara atraktif menggambarkan sejarah, penanaman, pemrosesan kopi, sampai misteri me-roasting sehingga dapat menciptakan kopi yang enak dan berkualitas super. Jozef Augustin juga menceritakan sejarah, jenis, penanaman, dan pengolahan kopi di Indonesia di dalam bukunya.(ZG)****3*****

b/a011
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 15-11-2016 08:54:10

Tidak ada komentar: